Razia Warung Makan Di Bulan Ramadhan, Manusiawikah?

Keyword
Find

Di media- maupun di media elektronik banyak kita saksikan razia warung di bulan ini pada siang hari. Banyak warung dan pengunjungnya yang terjaring dalam razia warung di bulan ramadhan tersebut. Bagaimanakah hal ini menurut ajaran agama Islam sendiri? Manusiawikah tindakan oknum-oknum tersebut?

Banyak kita saksikan tindakan arogansi yang dilakukan aparat dan sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam yang melakukan razia warung makan di bulan ramadhan ini yang buka pada siang hari. Tindakan ini tidak hanya merugikan pengelola/pemilik warung makan namun juga bisa meresahkan masyarakat sekitarnya. Dengan alasan untuk menghormati bulan ramadhan dan menghormati umat muslim yang sedang menjalankan , mereka melakukan razia warung-warung makan. Apakah tindakan tersebut dituntunkan dalam dan Hadits Rasulullah?

Ajaran Islam itu sangat mulia, Islam mengajarkan untuk berbuat baik kepada siapapun. Bahkan terhadap sekalipun kita diajarkan untuk berbuat baik asalkan mereka tidak memusuhi dan memerangi kita karena agama. Seperti yang dicontohkan pada masa Rasulullah, umat muslim tidak memusuhi dan memerangi , tetapi malah memberikan perlindungan bagi yang mempunyai perjanjian dengan orang muslim.

Seperti firman-firman Allah berikut ini, yang artinya :
"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil". [QS.Al-Mumtahanah:8]

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-, karib-kerabat, anak-, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri". [QS. An-Nisa: 36]

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu hingga kamu meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Hal itu lebih baik bagimu, supaya kamu selalu ingat." (QS. An-Nur : 27)

Berkaitan dengan razia warung makan di bulan ramadhan pada siang hari tersebut menurut saya pribadi sangat tidak manusiawi.

Fakta :
1. Tidak semua orang Indonesia beragama Islam.
2. Tidak semua orang Islam menjalankan ibadah puasa.

Dari 2 fakta di atas apakah oknum-oknum yang melakukan razia dengan alasan menghormati bulan ramadhan dan menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa tersebut juga menghormati orang lain yang tidak atau sedang tidak berpuasa? Jelas mereka arogan, dengan kesombongannya melakukan tindakan tidak manusiawi. Mereka tidak mau tahu kalau para pemilik warung itu punya keluarga yang membutuhkan makan dan biaya hidup lainnya. Dan mereka pun tidak mau tahu kalau orang lain merasa lapar. Tindakan ini jelas-jelas menunjukkan jauhnya dari ajaran Islam yang mulia.

Kalau saja warung makan yang buka siang hari pada bulan ramadhan ini dianggap mengganggu kenyamanan orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, apakah pemilik warung tersebut yang dipersalahkan? Kalau memang merasa terganggu silahkan masuk kamar tutup pintu udah abis perkara. Perlu diingat, banyak kaum muslimin yang dalam menjalankan ibadahnya tidak sesuai dengan tuntunan Al Qur'an dan Hadits Rasulullah dan bahkan bisa mengganggu kenyamanan tetangga atau lingkungan sekitarnya. Apakah hal ini ada yang melarang atau membubarkannya??? Kita kembali pada ajaran Islam yang mulia ini, saling menghormati dan menghargai orang lain walaupun berbeda pendapat. Jangan merasa sok paling benar dalam beragama karena itu hanya Allah SWT yang bisa menentukan. Kalau kita berjalan mengikuti Al Qur'an pasti benar, sedangkan kalau kita hanya mengedepankan hawa nafsu maka akan membawa malapetaka.

Amal baik dan buruk manusia akan dipertanggungjawabkan sendiri-sendiri dihadapan Allah SWT.

Lol says:

Kalo saya punya usaha warung makan, saya malu kalo buka di siang hari pas bulan puasa.

Saya akan buka mulai sore hari, habis ashar sampe malem.
Karena bukan cuma keuntungan materi aja yang ingin diraih tapi juga memuliakan bulan Ramadhan.

Kalo ada yang disweeping, itu karena pemilik warung makan yang buka secara terang-terangan.

admin says:

Terima kasih telah mampir di blog saya. Saya hargai kalau anda berpendapat seperti itu.
Yang saya tahu semua urusan duniawi itu boleh dilakukan selama tidak ada larangan dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Dan yang saya tahu juga yang diwajibkan pada bulan ramadhan tersebut yaitu melaksanakan puasa agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Masalah pemilik warung makan yang buka terang-terangan itu hak mereka, mereka buka di tempat mereka sendiri, jadi mau buka secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi itu bukan urusan orang lain selama yang mereka jual itu makanan atau minuman yang halal dan bukan memperjualbelikan barang-barang terlarang. Kalau oknum-oknum yang suka melakukan sweeping itu melakukannya pada warung-warung makan tersebut karena alasan ingin menegakkan ajaran Islam, itu salah alamat. Banyak orang Islam yang melakukan ibadah-ibadah yang sebenarnya ibadah yang mereka lakukan tersebut tidak dituntunkan dalam Islam bahkan banyak ajaran dari agama di luar Islam, tapi kenapa bukan orang-orang ini yang diluruskan?? Justru ada yang ingin melaksanakan ajaran Islam sesuai tuntunan Al Qur’an dan sunnah Rasululloh justru dimusuhi banyak orang (ini terlepas dari warung makan tersebut).

Kembali pada ajaran Islam yang mulia, Islam mengajarkan saling menghormati orang lain walaupun berbeda pendapat dan keyakinan, “lana a’maluna walakum a’malukum” (bagiku amalku bagimu amalmu), dan terhadap yang beda keyakinan ‘Lakum Dinukum Waliyadin’(Bagimu Agamamu Bagiku Agamaku), jangan melarang orang lain melakukan amalan-amalan yang mereka yakini benar, jangan pula memaksa orang lain untuk mengikuti kehendak golongan tertentu. Kalau kita berpegang teguh pada ajaran Al Qur’an dan sunnah Rasul dengan sebenar-benarnya, Insya Alloh negara kita akan aman, damai, tenteram.

Hybrid car says:

Saya setuju mas. Puasa sebenarnya mengasah keimanan dan kemampuan kita dalam pengendalian diri. Sebenarnya kalau direnungkan lagi, tidak ada hubungannya dengan orang lain.