Tentang Qurban

Keyword
Find

Hari Raya Idul Adha tahun ini Insya Allah segera kita jumpai. Setelah melaksakan umat muslim seluruh dunia memotong binatang (, sapi, ) dan dagingnya dibagi-bagikan pada orang-orang di sekitarnya. Ibadah seperti ini dinamakan qurban. Ibadah qurban ini meneladani Ibrahim ketika dperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putranya (Ismail), hal ini untuk menguji ketaqwaan Ibrahim. Walaupun mendapat rintangan dari syaiton namun Ibrahim tetap melaksanakan perintah Allah karena ketaqwaan beliau, akhirnya Allah SWT menggantinya dengan seekor kambing untuk disembelih.

Tentang Qurban

Qurban berasal dari bahasa Arab yang artinya mendekat/pendekatan. Pengertian Qurban menurut agama yaitu, "Usaha pendekatan diri dari seorang hamba kepada Penciptanya dengan jalan menyembelih binatang ternak dan dilaksanakan dengan tuntunan, dalam rangka mencari ridla-Nya".

Sebagaimana firman Allah yang artinya sebagai berikut :

-daging unta itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridlaan) Allah dan tidak (pula) darahnya, tetapi dari pada kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah atas hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Hajj : 37]

Adapun Menyembelih qurban pada hari raya 'Iedul Adlha dan hari Tasyriq (tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah) ini, hukumnya adalah Sunnah Muakkadah.

Syarat-syarat binatang qurban :

  1. Binatang yang diperuntukkan qurban sebagaimana tuntunan Rasulullah SAW adalah lembu, unta, dan kambing. Adapun kadarnya : 1 ekor kambing untuk 1 orang beserta ahli rumahnya,  1 ekor lembu untuk  7  orang beserta ahli rumahnya,  dan 1 ekor unta untuk 7-10 orang beserta ahli rumahnya.
  2. Tidak sah berqurban dengan binatang yang : rusak matanya (buta, juling/kero) sebelah atau kedua-duanya, terlalu kurus, tak bergajih/terlalu tua tak bersumsum lagi atau patah tanduk/putus telinganya, sakit, pincang.
  3. Keadaan masing-masing binatang qurban itu telah Musinnah (giginya telah berganti/powel). Dan hal ini terjadi pada :
    Kambing yang berumur 1 tahun masuk tahun ke 2, lembu yang berumur 2 tahun masuk tahun ke 3 dan unta yang berumur 5 tahun masuk tahun ke 6. Kecuali bila terpaksa sekali, maka bolehlah berqurban dengan kambing yang jadza'ah (berumur cukup 1 tahun).

 

Tentang Takbir setelah shalat wajib di hari tasyriq

Dari Jabir bin ‘Abdullah, ia berkata : Dahulu Rasulullah SAW bertakbir pada shalat Shubuh hari ‘Arafah (tgl. 9 Dzulhijjah) sampai pada shalat ‘Ashar akhir hari tasyriq setelah salam dari shalat-shalat wajib. [HR. Daruquthni 2, hal. 49, no. 27, hadits ini dla’if, karena dalam sanadnya ada perawi bernama ‘Amr bin Syamir]

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai qurban ini beserta pendukungnya, silahkan DOWNLOAD - KLIK DI SINI!

Sedangkan tentang sholat Ied dapat dibaca pada postingan saya sebelumnya di sini Adab Mengerjakan Shalat ‘Ied Dan Sunnah-Sunnahnya.