Sejumlah Massa Bubarkan Pengajian MTA di Kudus, Benarkah Demikian?

Keyword
Find

Sejumlah massa , pengajian dalam rangka pengukuhan MTA (Majelis Al Qur’an) perwakilan Kudus yang diselenggarakan di Gedung Ngasirah di Jalan Jenderal Sudirman Kudus 28 Januari 2012 dibubarkan paksa oleh warga NU. Sejumlah massa dari warga NU menggelar aksi unjuk rasa untuk menolaK kehadiran MTA di Kudus.

Sejumlah Massa Bubarkan Pengajian MTA di Kudus, Benarkah Demikian?

Ratusan warga NU yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi NU seperti Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU), Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dan Fatayat berunjuk rasa di Gedung Ngasirah, Kudus dimana diselenggarakan pengajian MTA tersebut. Dalam unjuk rasa ini warga NU menuntut dibubarkannya pengajian MTA tersebut dan mengecam sejumlah ajaran yang dianggapnya menyimpang.

Akhirnya pengajian MTA dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB, padahal jadwal sebelumnya berakhir hingga pukul 15.00 WIB. sehingga peserta pengajian yang berjumlah sekitar 3.000 harus meninggalkan Gedung Ngasirah dengan mendapat penjagaan polisi. Aksi unjuk rasa pembubaran pengajian MTA di Kudus ini berdasarkan pengakuan koordinator aksi sekaligus Pengurus Pusat IPNU Saiful Anas, dia menerima laporan dari berbagai daerah tentang kehadiran MTA sering terjadi konflik dengan warga sekitar karena ajarannya cukup meresahkan. “Pengajian yang dilakukan juga pernah menghujat para kiai. Hal paling fatal, dosa orang yang melakukan tahlil dianggap lebih besar dibanding orang yang . Padahal tahlil sudah menjadi tradisi warga NU,” katanya. Menurut dia lagi, hal tersebut, membuat warga NU resah, jika MTA benar-benar ada di Kudus yang memiliki kebiasaan melakukan tahlil.

Itulah berita yang tersebar baik di surat kabar-surat kabar maupun di televisi-televisi nasional. Memang yang terjadi selama ini tersebar isu bahwa MTA menghujat para kyai, MTA menganggap dosa orang yang melakukan tahlil lebih besar dibanding orang yang berzina, MTA , MTA menghalalkan anjing, MTA mengharamkan nasi tumpeng, MTA aliran sesat, MTA terorisme dan masih banyak isu negatif lainnya. Hal ini semua disebarkan oleh oknum-oknum yang mengaku kyai yang tidak cocok dengan apa yang disampaikan di MTA. Tidak perlu saya sebutkan nama orangnya, namun bukti rekaman pidatonya ada di MTA, saya sendiri sudah mendengarkan rekaman pidatonya walaupun tidak sampai selesai. Ketahuilah itu semua bohong, semua hanya fitnah semata dari orang-orang yang tidak senang terhadap MTA. Semuanya itu yang disebarkan dari mulut ke mulut padahal mereka sendiri tidak mengetahui yang sebenarnya. Ingat firman Allah sebagai berikut :

“(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.” [Q.S. An-Nur : 15]

Kembali pada unjuk rasa dibubarkannya secara paksa pengajian MTA di Kudus tersebut, apakah benar seperti yang diberitakan di surat kabar-surat kabar dan di televisi-televisi? Dalam tulisan ini saya tidak bermaksud melakukan pembelaan terhadap MTA maupun tidak menyalahkan pihak tertentu atau ormas lain. Dengan tulisan ini saya hanya menunjukkan fakta supaya masyarakat umum tahu yang sebenarnya agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah umat. Perlu diketahui setiap pengajian yang diselenggarakan MTA paling tidak waktu masuk adzan dzuhur harus sudah selesai sedangkan pada berita tersebut dijadwalkan selesai pukul 15.00. Waktu acara pengajian selesai seluruh peserta pulang ke rumah masing-masing dengan tenang dan tertib. Karena banyak yang dari luar kota dan datang beserta rombongan tentu saja menggunakan kendaraan yang disewa seperti bus dan kendaraan lainnya, tidak seperti pada yang diberitakan tersebut. Namun tidak semua langsung pulang, panitia pengajian dan para satgas tetap masih tinggal untuk membersihkan lokasi pengajian. Seperti inilah setiap pengajian yang diselenggarakan oleh MTA. MTA tidak memiliki ajaran, tetapi hanya menyampaikan ajaran dari Al Qur’an dan Nabi.

Dalam menyikapi perbedaan pendapat dan perbedaan , di MTA selalu ditekankan bahwa perbedaan itu harus bisa dipahami dan saling menghormati dan yang tidak sepaham jangan dianggap lawan. Saling menghormati perbedaan karena amal ibadah yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan sendiri-sendiri di hadapan Allah, ”lana a’maluna walakum a’malukum” (bagiku amalku bagimu amalmu).

MTA Menghujat Para Kyai
Isu MTA menghujat para kyai, benarkah isu ini? Memang banyak isu yang beredar seperti itu namun FAKTANYA MTA sendiri sudah beberapa kali mengundang kyai NU untuk memberi tausyiah pada acara-acara pengajian di MTA. Tidak hanya dari NU saja namun juga dari ormas-ormas lain juga pernah diundang untuk mengisi pengajian di MTA.

MTA Menganggap Berzina Lebih Baik Dari Tahlilan
Ada juga isu yang menyebutkan bahkan MTA menganggap berzina lebih baik dari tahlilan, apakah benar seperti itu? MTA tidak pernah menetapkan sesuatu dalam hal ibadah selain hanya menyampaikan apa yang ada dalam Al Qur’an dan Sunah Rasulullah. Tentang masalah tahlilan tersebut, Ustad Ahmad Sukina selaku pimpinan MTA selalu menerangkan bahwa beliau belum menemukan hadits yang shahih tentang tahlilan tersebut. “Itu bukan berarti tidak ada, mungkin karena kebodohan saya yang belum bisa menemukan tuntunannya. Namun begitu kalau ada orang yang melakukan tahlilan jangan dilarang, tetapi bagi yang masih suka tahlilan jangan mengajak saya untuk tahlilan, saya tidak akan datang karena saya belum tahu tuntunannya,” kata ustad.
Sedangkan untuk masalah zina di MTA, bagi warga MTA yang berzina akan diboikot dari MTA, jika ketemu tidak  disapa dan tidak diberi salam karena kalau diterapkan hukum Islam orang tersebut sudah mati dirajam. Apakah hal ini bisa dikatakan bahwa berzina lebih baik dari tahlilan?

MTA Mengkafirkan Orang Lain
Ustad Ahmad Sukina seringkali menyampaikan bahwa yang membedakan orang Islam dengan orang kafir itu adalah sholatnya. Ini bukan pendapat dari MTA, tapi Rasulullah lah yang mengatakan begitu, seperti pada hadits-hadist berikut ini :
Dari Jabir bin Abdullah R.A. berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Yang membedakan muslim dengan kafir adalah meninggalkan sholat.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Ashabus Sunan kecuali An-Nasa’i.

Dari Buraidah berkata, Rasulullah SAW bersabda : “Janji setia diantara kami dengan mereka adalah sholat, barang siapa yang meninggalkan sholat maka dia adalah kafir.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan Ashabus Sunan.

MTA Menghalalkan Anjing
Isu ini disebarkan oleh oknum-oknum yang mengaku kyai bahwa MTA menghalalkan anjing tapi tidak pernah memberikan bukti bahwa MTA menghalalkan anjing. Dalam kajiannya MTA sudah beberapa minggu membahas tentang halal dan haram dan dalil-dalilnya dibrosurkan, tapi tidak ada satupun yang menerangkan bahwa MTA menghalalkan anjing. Brosur-brosurnya bisa didownload di sini : http://mta-online.com/v2/download-area/

MTA Mengharamkan Nasi Tumpeng
Lagi-lagi ini hanya fitnah bahwa MTA mengharamkan nasi tumpeng. Seperti yang dijelaskan ustad Ahmad Sukina bahwa MTA tidak pernah mengharamkan nasi tumpeng.

MTA Aliran Sesat
Banyak tuduhan bahwa MTA aliran sesat, bahkan pernah saya jumpai komentar di sebuah forum ternama, “tinggal menunggu fatwa MUI”, maksudnya dari komentar tersebut bahwa nanti MUI pasti memberikan FATWA bahwa MTA aliran sesat. FAKTANYA, peresmian-peresmian perwakilan dan cabang MTA di seluruh Indonesia diresmikan oleh ketua MUI Pusat dan didampingi oleh MUI Surakarta.

MTA Terorisme
Lagi-lagi ini fitnah yang menyebutkan bahwa MTA terorisme. Sebuah tuduhan yang tidak berdasar, lagi-lagi disebarluaskan dari mulut ke mulut oleh orang-orang yang hatinya dengki. FAKTANYA, gedung berlantai empat yang setiap hari dipakai aktivitas oleh MTA tersebut diresmikan oleh Presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Beberapa bulan yang lalu Pengajian Ahad Pagi yang dilaksanakan setiap minggu juga pernah dihadiri rombongan dari Mabes POLRI, yaitu dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Kedatangan rombongan ini bukan untuk membubarkan pengajian ataupun menangkap pimpinannya, melainkan untuk mengajak kerjasama dengan MTA dalam rangka menanggulangi terorisme. Jangankan melakukan aksi terorisme, melakukan demo saja tidak diperbolehkan bagi warga MTA karena hanya akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar area demo dan bisa menimbulkan masalah-masalah lainnya.

Walaupun sering difitnah, sering dicaci maki namun MTA tidak pernah membalas dengan kejelekan, bahkan dibalasnya dengan kebaikan, karena inilah yang dituntunkan oleh Rasulullah.

Begitulah fakta-fakta yang saya tulis di atas, sekali lagi bukan maksud saya untuk melakukan pembelaan diri terhadap MTA karena saya sendiri bukan siapa-siapa dan bukan apa-apanya MTA, hanya kebetulan saja sejak saya kecil keluarga saya sudah menjadi warga MTA jadi keluarga saya juga mengalami masa-masa perlakuan seperti itu dari masyarakat waktu awal-awal masuk warga MTA. Alhamdulillah sekarang masyarakat di kampung saya sudah sadar akan luhurnya nilai-nilai agama sehingga bisa saling menghormati dan hidup rukun walaupun beda pendapat dan beda pemahaman dalam ilmu agama. Dan dalam tulisan ini saya juga tidak menyalahkan pihak atau ormas lain.

MTA itu terbuka, pengajiannya bisa didengarkan oleh orang di seluruh dunia karena bisa diakses lewat radio, satelit, handphone, dan bisa diakses lewat internet. Anda tidak perlu susah-susah mencari bukti kesesatan dan kesalahan MTA karena siaran MTA bisa didengarkan oleh seluruh umat manusia di seluruh dunia 24 jam dalam sehari. Jika anda mengetahui letak kesesatan dan kesalahan MTA jangan ragu-ragu, silahkan datangi langsung gedung pengajiannya dan katakan letak kesesatan dan kesalahan tersebut akan diterima dengan senang hati.

Yang terakhir, perlu diingat bahwa Al Qur’an itu kalau disampaikan pasti mengenai manusia karena Al Qur’an diturunkan untuk seluruh umat manusia. Jadi kalau ada orang menyampaikan Al Qur’an jangan merasa menunjuk diri anda.

Semoga dengan tulisan di atas, masyarakat makin sadar akan betapa pentingnya ilmu agama, karena orang yang tahu ilmu agama itu tidak akan saling menyalahkan, tidak merasa paling benar sendiri, tidak menganggap musuh bagi orang yang tidak sepaham dengannya, tidak merasa diejek amalannya kalau ada orang lain yang tidak mengamalkan seperti apa yang dia amalkan dan bisa saling menghormati perbedaan dalam memahami ilmu agama.

Untuk mengetahui seperti apa MTA itu yang sebenarnya silahkan bagi warga Solo dan sekitarnya bisa datang langsung ke gedung pengajiannya di Jl. Ronggowarsito No. 111A Depan Kraton Mangkunegaran Surakarta. Dan bagi yang jauh dari Solo bisa mengakses siaran radionya di www.mtafm.com. Pengajian umum disiarkan langsung tiap hari minggu pukul 07.00 sampai pukul 11.30 WIB dan siaran ulangnya disiarkan tiap hari pada jam-jam tertentu, bisa juga didengarkan lewat blog ini.

Maaf kalau ada isi dari tulisan saya di atas ada berita yang salah mohon diluruskan dan maaf jika mungkin ada yang tersinggung dengan tulisan di atas. Silahkan berkomentar dengan sopan, kalau ada komentar yang berbau provokasi langsung saya hapus.

admin says:

Untuk menghindari perdebatan yang hanya sia-sia, maka kolom komentar saya TUTUP.

“Dan orang-orang yang berbantah-bantah tentang (agama) Allah setelah (agama itu) diterima, perbantahan mereka itu sia-sia di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan mereka mendapat azab yang sangat keras.” [Asy-Syura : 16]

Sarsidi says:

Kalau hati kita bening, apa yang dikatakan ustadz Sukino tidak pernah menyinggung namaorang lain atau yayasan Islam lain, ustadz Sukino hanya menjelaskan apa adanya dari Al Qur’an dan As Sunnah. Yang membuat fitnah mudah2an Insyaf dan Tobat. ingat kita akan kembali kepada Allah SWT.

rudyy says:

Penjelasan yang dibuat di atas memang benar… tapi ternyata banyak yang tdk sama dengan yg keluar dari mulut ustad sukino.. yang membuat tersinggung bukan penjelasan tertulis sdr. hadi….tapi yang keluar dari mulut ustad sukino… kalo memang anda sering mendengar bahkan ikut pengajiannya pasti anda mengakui kalo yang disampaikan banyak menyinggung ….

admin says:

Yang disampaikan ustad berdasarkan Al Qur’an dan Sunah Nabi, perlu diketahui kalau ilmu agama itu disampaikan pasti mengenai manusia. Tidak hanya saudara rudy saja, saya juga merasa kalau yang disampaikan ustad tersebut mengenai pada diri saya. Akan tetapi karena yang disampaikan itu dari Al Qur’an dan Hadits-hadits yang shahih mau tidak mau ya harus saya terima karena hanya 2 hal tersebut yang diwariskan Nabi Muhammad pada kita semua yaitu Al Qur’an dan Sunah Nabi.
Kalau saudara Rudy mendengarkan pengajiaanya secara utuh pasti bisa mengerti, ustad tidak pernah menunjuk kelompok lain dan tidak pernah mencampuri amalan-amalan yang dilakukan kelompok lain, tapi hanya menyampaikan apa yang ada dalam Al Qur’an dan Sunah Nabi. Kadangkala ustad menirukan isi dari fitnah-fitnah terhadap MTA maupun mengulangi pertanyaan-pertanyaan dari peserta pengajian dan kemudian diberi penjelasannya.

Parno says:

Assalamualaikum wr.wb…sudahlah saudara2ku seiman, percuma kita berdebat disini wong kita juga sesama muslim dan lagian adminnya juga orang MTA susah menjelaskannya…baiknya duduk bersama membahas perbedaan untuk saling menghormati tanpa bermaksud paling benar, karena yg benar hanya Allah SWT. mari kita saling menghormati perbedaan, dan khususson MTA janganlah sering menyinggung perasaan umat dalam menyiarkan dakwah hanya untuk mencari popularitas. Setau saya dahulu MTA santun dalam menyampaikan dakwah, kenapa sekarang kadang menyinggung umat lain…dan membanggakan kalau peresmian oleh Presiden RI dan sejumlah pejabat serta MUI??? mohon maaf kalau saya salah…

admin says:

Wa’alaikumsalam wr.wb,
Mas Parno yth, ini adalah blog pribadi saya jadi tidak ada hubungannya dengan kelompok tertentu.
Monggo silahkan dengarkan pengajiannya sendiri, nanti kan dapat menilai sendiri.

Tidak ada maksud dari saya untuk berdebat, saya hanya meluruskan berita yang ada. Berdebat itu jelas-jelas dilarang dalam agama, yang MENANG belum tentu BENAR. karena benar itu bukan dari kepandaian seseorang dalam berargumentasi tapi benar itu dari Alloh SWT. Kita ini sesama muslim adalah saudara, bagaikan satu tubuh, haram darahnya, haram kehormatannya. Kalau ada saudaranya yang salah harap diluruskan, kalau kita mengetahui aib orang lain kita harus bisa menutupinya agar jangan sampai timbul fitnah.

“Dan orang-orang yang berbantah-bantah tentang (agama) Allah setelah (agama itu) diterima, perbantahan mereka itu sia-sia di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan mereka mendapat azab yang sangat keras.” [Asy-Syura : 16]

Uli says:

Yg membuat tulisan di Atas NUNAFIQ , karna saya juga pernah mendengarkan siaranya MTA.Memang Isi pengajian nya banyak meresahkan Warga , Khususnya warga NU.

admin says:

Saya menulis berdasarkan fakta, karena di kampung saya juga pernah mengalami perlakuan-perlakuan seperti itu dari masyarakat, hal itu karena masyarakat belum paham saja tentang apa yang disampaikan MTA. Jangankan masyarakat awam, MUI pun dulu pernah memberikan fatwa bahwa MUI tidak mengakui adanya MTA, tapi itu dulu pada waktu awal-awal berdirinya MTA, sekarang kenyataannya justru setiap peresmian perwakilan-perwakilan MTA di seluruh Indonesia diesmikan oleh ketua MUI pusat.
Kalau anda “PERNAH” mendengarkan siaran pengajian MTA dan anda mengatakan kalau pengajian MTA banyak meresahkan warga itu karena anda mendengarkannya tidak utuh, silahkan dengarkan pengajiannya secara utuh dengan hati yang jernih, jangan perturutkan rasa kedengkian dalam hati, kemudian renungkan apa yang disampaikan di pengajian tersebut. Pengajiannya kan bisa didengarkan tiap hari.

Dalam menyampaikan ilmu agama, MTA tidak pernah menunjuk kelompok lain. Jadi jika dianggap banyak meresahkan warga itu salah besar, justru yang tidak ngaji lah yang merasa resah sendiri. Kalau memang saudara kita dari NU berpaham apa yang mereka amalkan selama ini dianggap baik kenapa harus resah? Silahkan diteruskan amalannya, tapi jangan menganggap orang yang tidak sama seperti mereka dianggap meresahkannya.

Saudara Uli yang terhormat, kalau anda mendengarkan pengajian MTA secara utuh pasti tahu betapa banyaknya orang-orang yang bertobat dari jalan syetan setelah mendengarkan pengajian di MTA, termasuk banyak para dukun yang bertobat dan berhenti dari praktek-praktek perdukunannya. Tidak hanya itu saja, banyak yang dari luar kota bahkan dari luar pulau Jawa yang datang ke Solo hanya untuk mengikuti pengajian di MTA setelah mendengarkan pengajiannya lewat radio.

Perlu diketahui, kebencian masyarakat terhadap MTA tersebut hanya dikarenakan belum pahamnya masyarakat terhadap apa yang disampaikan di MTA, dan yang punya andil besar dalam hal tersebut adalah adanya hasutan dari oknum seorang TOKOH yang takut kehilangan pengikutnya. Bukti nyata bisa anda dengarkan sendiri bagaimana seorang tokoh yang bergelar K.H. memfitnah MTA dan menjelek-jelekkan kelompok lain di luar kelompoknya. Kunjungi saja mtafm.com dan dengarkan ceramah yang isinya fitnahan terhadap MTA dari situ.
Di kampung saya dulu juga mengalami seperti itu, setelah TOKOH yang menghasut warga tersebut didatangkan ke MTA cabang di daerah kami, TOKOH tersebut mengakui semua perbuatannya dan setelah kejadian tersebut masyarakat sadar dengan sendirinya.
Perlu diketahui, saudara-saudara orang tua saya juga warga NU, orang-orang di kampung saya juga banyak warga NU, tapi mereka hidup rukun, masing-masing mengamalkan apa yang mereka yakini kebenarannya. Sekarang di kampung saya, orang MTA yang ngaji tidak pernah dibubarkan oleh warga NU, dan warga NU yang ngaji maupun yang melaksanakan amalan-amalan lainnya juga tidak pernah dilarang oleh warga MTA.

saroso says:

video ahad pagi edisi.29 januari 2012

saroso says:

Ass……terima kasih atas beritanya….sungguh jelas…gamblang…jelas….bagi yg membaca pakai pikiran bersih,jauh dari kebencian……mas bisa tolong upload rekaman video ahad pagi….terima kasih…wassallam.wr.wb

admin says:

sama-sama,,,,

maaf saya tidak punya rekaman vodeonya, yang punya kan MTA TV, coba cari aja di mta-tv.com barangkali ada disitu.

andika says:

gereja dijaga….ahmadiyah yang ada nabi seteralh nabi Muhammad saw dibela habis2an..tapi pengajian kok malah dibubarkan..gmana sih pola pikirnya Nu itu…wah syeh hasyim asyari pasti ini menangis…

admin says:

itu hanya kesalahpahaman saja, moga tidak terulang di tempat lain.

Untuk perkara yang mas andika sebutkan di atas saya tidak bisa komentar.

Yang saya tahu, saling menghormati agama satu dengan yang lain pun juga merupakan kewajiban seorang muslim, yang tidak boleh itu bekerja sama dalam hal ibadah / mencampuradukkan ajaran Islam dengan ajaran agama lain.
“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah Mencintai orang- orang yang berlaku adil.”[Al Mumtahanah : 8]

Darmawan says:

…semoga sesama muslim tidak saling mengkafirkan,krn belum tentu kita benar dilihat Allah SWT benar dan belum tentu kita salah dilihat Allah SWT salah…jadi kembalikan semua pada pemilik jagat raya ini Allah SWT dan sholawat serta salam kita haturkan kepada Nabiullah Muhammad SAW..shollu ‘ala Nabbi

admin says:

Terima kasih pak Darmawan,,,,
Kalau pak Darmawan sudah membaca seluruh tulisan di atas, Insya Allah akan mengerti bahwa tidak ada pihak yang mengkafirkan pihak golongan lain. Memang dalam menerangkan ajaran agama itu harus disampaikan dengan sebenar-benarnya jika A dikatakan A, jika B dikatakan B.
Monggo, silahkan dengarkan rekaman dari mana asalnya fitnah-fitnah tersebut di sini http://mtafm.com/v1/?p=3807

j suharto says:

saya mendengar juga pak Sukino menyebutkan koran Kedaulatan Rakyat (KR) padahal yang memuat di halaman I di koran Meteor hari minggu 29 januari 2012 dan KR tidak memuat berita tersebut. semoga menjadikan koreksi
biar tidak menimbulkan fitnah

admin says:

Yang dibacakan di Ahad Pagi minggu kemarin KR Online pak, ini linknya http://krjogja.com/read/116550/pengajian-mta-di-kudus-dibubarkan-paksa.kr
Di samping itu masih banyak yang memberitakan di internet, puluhan pihak yang memberitakan, sebagian ada yang sudah dihapus, saya sempat berkomentar di situ namun beberapa jam kemudian dihapus lagi beritanya.

j suharto says:

tolong disebutkan sumber beritanya dari mana biar kita tahu sumber beritanya

Arief says:

Alhamdulillah,seneng deh dengernya, kalau kebaiakn itu di sampaikan dengan dasar2x yg ada pada Qur’an & Hadist

Fathu rahman says:

Terimaksih buat Admin yang telah memberikan kejelasan kepada saudara2 seiman.
Tolong Nama Admin ditulis lengkap,agar mudah bagi siapa yang menghubungi,

admin says:

Sama-sama,,
Nama saya sudah tertulis jelas kok, lebih jelasnya bisa dilihat di pojok kiri atas, klik aja “Tentang Hadi”.
Tapi maaf saya ini hanya orang kampung biasa, bukan artis hehehe,,,

Davit says:

Sabar ya buat warga MTA, kita Do’akan aja semoga mereka (yang Demo) segera di beri Hidayah.
Becik ketitik olo ketoro.

aisyah says:

alhamdulillah, sy sgt senang sekali membaca tulisan ini. dan sy juga sependapat dgn penulis ini. Insya Allah, ada banyak kebenaran yg disampaikan di tulisan ini. ^^

terima kasih mas….saya dengar radio MTA lewat radio FM 107.7 FM hampir tipa hari,walau bukan warga MTA….dah 8 bulanan saya tahu MTA,saya gak menemukan kata2 yang dilontarkan dari kyai yang mengatakan MTA seperti itu…..mendingan kyai yang mengatakan seperti itu datangi MTA pusat yang di Solo.

admin says:

sama-sama mas,,,
hari minggu kemarin rekaman ceramah yang isinya menfitnah MTA tsb diputar di Pengajian Ahad Pagi

antibokis says:

Sayang sekali saudara2 kita dari NU ini sangat toleran terhadap bukan orang Islam tp mudah su’udzon dengan saudara seiman.

mei says:

selamat atas diresmikannya MTA perwakilan Kudus…semoga kita umat muslim selalu terjaga dari fitnah pihak2 yg tidak suka dengan Islam..semoga MTA di kudus bisa berkembang dan selalu menjaga ukhuwah sesama muslim…

simohaiya abee says:

saya sangat setuju dg penulis,kita sbg umat islam seharusnya tahu apa yg dikandung didlm al-qur’an.tdk hanya bisa membaca saja tapi tdk tahu artinya.memang kita sdh terpengaruh budaya & adat dr agama hindu sejak dulu.saya mengetahui semua itu dr mendengarkan ceramah keagamaan dr ustad abdul aziz,yg dulunya adalah pendeta agama hindu.terima kasih

BUDI says:

semuanya pasti ada balasanya yang benar akan tampak kebenaanya yang salah pasti dapat balasan yang setimpal yang penting kita bisa istiqomah dlm ketaatan kpd Allah amin

abbaz says:

iya nie mas, saat ini banyak orang islam yang sudah meninggalkan ajaran ISlam sendiri. Ketika ada isu, bukannya tabayyun malah ambil berita dari koran yang jelas tendensius dan tak jarang memutar fakta.

Salam ta’aruf.

abbaz
abbazisme.com
clodaclodi.com

admin says:

terima kasih telah mampir di blog saya, salam ta’aruf balik, semoga selalu terjaga persaudaraan dan selalu istiqomah dalam menjalankan perintah-Nya dan senantiasa terjaga dari hal-hal yang dilarang-Nya. Amin.

Fafa_Aq says:

setuju sekali,- sangatz obyektif :),-

admin says:

Kita harus tetap menjaga kerukunan umat, jangan sampai terjadi perselisihan hanya karena masalah perbedaan pemahaman saja.