Nabi Muhammad SAW merupakan penutup para nabi dan rasul, artinya tidak ada nabi lagi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Jadi setelah Nabi Muhammad wafat masih ada yang mengaku sebagai nabi maka dia adalah nabi palsu karena Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT dengan membawa Islam yang sudah sempurna. Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT dengan Al Qur'an untuk memberi petunjuk kepada seluruh umat manusia dari jalan kesesatan, sebagaimana dalam firman Allah SWT sebagai berikut :
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridlaan-Nya ke jalan keselamatan dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seidzin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” [QS. Al-Maaidah : 15-16]
“Sungguh Allah telah memberi kenikmatan kepada orang-orang mukmin ketika Allah mengutus di kalangan mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata”. [QS. Ali Imran : 164]
Seluruh umat manusia sudah tahu bahwa nabi yang dijadikan panutan bagi umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW. Namun sejauh ini kita belum pernah mengetahui seperti apa wajahnya Nabi Muhammad SAW tersebut, sehingga timbul pertanyaan mengapa umat Islam tidak dikenalkan dengan gambar Nabi Muhammad? Pertanyaan ini sering timbul dari orang-orang yang baru masuk Islam. Sebagai umat Islam kita wajib meyakini dan mentaati apa yang diperintahkan Allah SWT dalam kitab-Nya (Al Qur'an) dan mentauladani Nabi Muhammad SAW. Kita tidak perlu mempermasalahkan bagaimana perwujudan fisik seorang nabi, yang perlu kita ikuti adalah kebenaran Islam yang disampaikannya.
Seandainya kita diperkenalkan gambar Nabi Muhammad SAW, bisa jadi malah akan dibuatkan patung untuk disembah-sembah sehingga menimbulkan kemusyrikan. Jangankan gambar Nabi Muhammad SAW, kuburan Beliaupun tidak ada yang tahu pasti, dari cerita orang-orang yang pernah menunaikan ibadah haji, kuburan Nabi dan kuburan para sahabat Nabi semua sama sehingga kita tidak bisa membedakan mana yang kuburan Nabi dan mana yang kuburan sahabat Nabi, hal ini salah satunya untuk menghindari praktek-praktek kemusyikan. Banyak orang yang menganggap kuburan tertentu dianggap bertuah, apalagi di negara kita, masih banyak orang yang mendatangi kuburan tokoh-tokoh yang dianggapnya bertuah untuk dimintai karomahnya maupun untuk ngalap berkah. Apakah minta karomah dan ngalap berkah di kuburan-kuburan itu salah? Tentu saja tidak salah bagi mereka yang sering melakukan. Tapi perlu diingat tujuan kita ziarah kubur adalah agar kita ingat bahwa kita nantinya juga akan menyusul mereka yang ada di dalam kubur (agar kita ingat bahwa suatu saat kita akan mati juga). Bagi yang menganggap bahwa minta karomah dan ngalap berkah di kuburan itu adalah suatu amal kebaikan, silahkan dilakukan tapi jangan merasa diejek/dihina kalau ada orang lain yang tidak melakukan seperti itu. Sebaliknya yang sudah tidak melakukannya janganlah melarang mereka yang masih suka begitu. Saling menghormati satu sama lain karena yang berhak menilai benar atau salah itu mutlak hanya Allah SWT.
Kembali pada pertanyaan, mengapa umat Islam tidak dikenalkan dengan gambar Nabi Muhammad? Dari apa yang saya tulis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa tidak dikenalkannya gambar Nabi Muhammad pada umat Islam ini salah satunya karena dikhawatirkan kalau dari gambar tersebut akan dijadikan berbagai sarana kemusyrikan, misalnya dijadikan patung atau gambar yang disembah-sembah atau dipuja-puja. Saat kenabian Nabi Muhammad SAW, Beliau menghancurkan patung-patung karena saat itu patung-patung dijadikan sebagai Tuhan bagi orang-orang jahiliyah, sebagaimana dalam hadits-hadist berikut ini :
Dari Abu Thalhah RA ia berkata, Nabi SAW bersabda, "Malaikat tidak akan masuk pada suatu rumah yang ada anjingnya atau ada gambar/patung". [HR. Bukhari juz 7, hal 64]
Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya rumah yang ada gambar/patungnya itu tidak dimasuki oleh malaikat". [HR. Bukhari dari 'Aisyah, juz 7, hal 67]
Aisyah RA, berkata, "Sesungguhnya Nabi SAW tidaklah membiarkan di rumahnya ada sesuatu yang berupa palang-palang salib, melainkan beliau menghilangkannya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 65]
Dari Abul Hayyaj Al-Asadiy, ia berkata : ‘Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku : Apakah aku tidak boleh mengutusmu seperti yang Rasulullah SAW pernah mengutusku, yaitu : Janganlah kamu tinggalkan patung, kecuali kamu menghancurkannya, dan janganlah kamu biarkan qubur yang tinggi, kecuali kamu meratakannya”. [HR. Muslim juz 2, hal. 666]
'Abdullah (bin Mas'ud) berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda, "Orang yang paling berat siksanya di sisi Allah pada hari qiyamat ialah tukang membuat gambar/patung". [HR. Bukhari juz 7, hal. 65]
Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan tentang gambar dan patung. Dari Dari hadits-hadits yang ada tersebut bukan berarti kita tidak boleh memajang gambar dan patung di rumah kita. Yang dilarang adalah gambar dan patung yang dijadikan sesembahan. Sedangkan gambar dan patung yang sekedar dijadikan hiasan saja tidak mengapa. Namun begitu bagi yang tidak sependapat dengan yang saya tulis di atas mohon dimengerti dan saling menghormati. Kalau ada kesalahan dalam tulisan di atas itu karena kebodohan saya.




Posted in
Tags: 
