Yang Membatalkan Puasa

Yang Membatalkan Puasa

Yang membatalkan puasa yang kita pahami waktu masih kecil dulu banyak sekali. Banyak hal kecil yang kita lakukan kita anggap yang membatalkan puasa. Hal-hal kecil tersebut misalnya menangis, marah, berantem, mandi berendam, berkumur, mengeluarkan darah, dan masih banyak lagi hal-hal kita anggap yang membatalkan puasa. Itulah pengertian kita dahulu sewaktu masih kecil karena belum tahunya tentang .

 

Yang Membatalkan Puasa Itu Apa?

Sepanjang tuntunan Allah dan Rasul-Nya hal-hal yang membatalkan puasa adalah sebagai berikut :
SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 187 :

yang membatalkan puasa

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka itu pakaian bagimu, dan kamupun pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi keringanan kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan minumlah hingga bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu . Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam ..... ." [QS. Al-Baqarah: 187]

 

Yang Membatalkan Puasa Berdasarkan Al Qur'an

Berdasarkan ayat 187 Surat Al-Baqarah tersebut di atas dapat diambil pengertian bahwa yang membatalkan puasa itu ialah :

  1. atau berhubungan suami-isteri dengan sengaja dan dilakukan pada saat puasa (dari mulai masuk waktu Shubuh hingga masuk waktu ), padahal mereka termasuk orang yang berkewajiban puasa. Dan yang dimaksud dengan "bersetubuh", ialah masuknya kemaluan laki-laki/suami pada kemaluan wanita/istri. Jadi baik mengeluarkan mani maupun tidak, hukumnya tetap sama. Karena tidak adanya ayat-ayat lain maupun -hadits yang membatasi, bahwa yang dimaksud "bersetubuh" adalah yang mengeluarkan mani, maka ayat itu tetap berlaku sesuai dengan keumuman lafadhnya.
  2. Makan dengan sengaja, baik yang mengenyangkan atau tidak.
  3. Minum, baik yang menghilangkan haus atau tidak, termasuk .

Tiga hal pokok tersebut di ataslah yang membatalkan puasa kita. Dalam ayat di atas adalah untuk ketentuan umum, sedangkan untuk wanita kalau mengeluarkan darah haidl pada waktu ia sedang melaksanakan puasa dengan sendirinya batallah puasanya karena wanita haidl tidak termasuk golongan yang diwajibkan . Demikianlah bahasan singkat yang menjelaskan hal-hal yang membatalkan puasa.

2 comments for “Yang Membatalkan Puasa

  1. August 8, 2012 at 11:34 pm

    udah jelas kalo ntu mah.

    T.T

  2. yuli widyawati
    November 26, 2012 at 9:04 am

    Saya setuju dengan pernyataan artikel ini, karena pada umumnya hal-hal yang dapat membatalkan puasanya seseorang antara lain makan dan minum disengaja, keluarnya darah haid, nifas, bersetubuh dan lain sebagainya. dimana hal-hal tersebut sudah ada dalilnya secara jelas di artikel ini, serta puasa yang batal disebabkan hal-hal tersebut wajib menggantinya sesuai dalam firman Allah Qs.Al-Baqarah yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, dalam beberapa hari tertentu, maka barang siapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya jika mereka tidak berpuasa membayarlah fidiyah yaitu memeberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. beberapa hari yang dibutuhkan itu ialah bulan ramadhan bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan al-Qu’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil karena itu barang siapa diantara kamu hadir di negeri tempat tinggalnya di tempat itu maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka maka wajiblah baginy berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu atau pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang ditujukan kepadamu supaya kamu bersyukur.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *