Membayar Fidyah Bagi Yang Tidak Puasa Karena Terasa Berat

Membayar Fidyah

Membayar fidyah merupakan gantinya puasa bagi orang-orang yang bila dipaksakan untuk berpuasa masih dapat, tetapi sungguh amat payah sekali dalam melaksanakannya. Siapakah orang-orang yang wajib membayar fidyah untuk menggantikan puasa yang ditinggalkannya ini?

 

Yang Wajib Membayar Fidyah

"...Dan terhadap orang-orang yang bisa berpuasa tetapi dengan susah payah (boleh tidak berpuasa), wajib membayar fidyah..." [QS. Al-Baqarah : 184]

 

Membayar Fidyah Bagi Yang Tidak Puasa Karena Terasa Berat

Ayat tersebut umum, maka siapa saja yang walaupun mampu berpuasa tetapi dengan amat payah (terasa amat ) dalam menjalankannya maka boleh tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah untuk menggantikan puasa yang ditinggalkannya. Maka orang-orang yang termasuk yang wajib membayar fidyah seperti dimaksud oleh ayat di atas, misalnya :

1. Wanita yang sedang hamil yang bila berpuasa dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan pada dirinya dan/atau anak yang dikandungnya, maka wanita yang sedang hamil ini boleh tidak berpuasa akan tetapi wajib membayar fidyah untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya.

2. Wanita yang sedang menyusui, baik anaknya sendiri maupun anak orang lain yang diserahkan kepadanya untuk disusui, yang bila dipaksakan untuk berpuasa akan sangat berat bagi dirinya dan/atau bagi anak yang sedang disusuinya itu, maka wanita yang sedang menyusui ini boleh tidak berpuasa akan tetapi wajib membayar fidyah untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya.

SAW bersabda :
"Bahwasanya telah membolehkan bagi musafir meninggalkan puasa dan mengqashar shalat, dan Allah telah membolehkan hamil dan yang sedang menyusui meninggalkan puasa". [HR. Ahmad dari Anas bin Malik Al-Ka'bi].

Dan riwayat dari Ibnu Abbas RA. tentang istrinya yang sedang hamil, katanya :
"Engkau sekedudukan dengan orang yang amat payah untuk berpuasa. Maka wajib atasmu membayar fidyah dan tidak ada qadla' bagimu". [HR. Al-Bazzar dan dishahihkan oleh Ad-Daruquthni]

Serta riwayat dari Ibnu 'Umar ketika beliau ditanya oleh seorang wanita Quraisy yang sedang hamil tentang hal puasanya, maka jawab beliau :
"Berbukalah kamu dan berilah makan tiap hari seorang miskin (membayar fidyah), dan jangan mengqadla'nya". [HR. Ibnu Hazm].

3. Orang yang lanjut /orang tua yang apabila berpuasa akan sangat memayahkannya, maka orang yang lanjut /orang tua ini boleh tidak berpuasa akan tetapi wajib membayar fidyah untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya. Berdasar keumuman ayat (Surat Al-Baqarah ayat 184) dan riwayat dari Ibnu 'Abbas sebagai berikut :
"Orang yang sangat tua, dibenarkan untuk berbuka dan wajib memberikan (membayar fidyah) serta tidak ada qadla' atasnya". [HR. Ad-Daruquthni dan Al-Hakim].

4. Orang yang pekerjaannya sangat berat, yang bila tetap berpuasa walaupun ia kuat akan sangat berat dan memayahkannya. Misalnya : pengemudi becak, pekerja tambang, karyawan-karyawan pengangkat barang di stasiun, terminal, pelabuhan dan sebagainya. Maka orang-orang ini boleh tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya.

5. Orang yang sakit menahun yang (menurut ahli ) sulit diharapkan sembuhnya, atau walaupun sembuh tetapi memakan waktu yang lama sekali, maka orang ini boleh tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya.

6. Siapa saja yang karena kondisi badannya atau sebab-sebab lain akan amat berat sekali bila berpuasa, walaupun bila dipaksa akan kuat juga, maka orang ini boleh tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya.

Untuk nomor 4, nomor 5 dan nomor 6, ini pun dasarnya adalah keumuman lafadh dari ayat 184 surat  Al-Baqarah di atas.

 

Membayar Fidyah Bagi Yang Karena Terasa Berat

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa membayar fidyah bagi yang tidak puasa karena terasa berat ini adalah kelompok-kelompok orang yang telah disebutkan di atas yaitu : wanita yang sedang hamil, wanita yang sedang menyusui, orang yang lanjut usia, orang yang pekerjaannya sangat berat, orang yang sakit menahun, dan siapa saja yang karena kondisi badannya atau sebab-sebab lain akan amat berat bila berpuasa. Semua yang  tersebut di atas, boleh tidak berpuasa dan wajib membayar fidyah tanpa harus mengganti puasa di hari yang lain.