Al Qur’an Sebagai Obat Penyakit Hati

Al Qur'an sebagai obat hati sudah lama kita ketahui, bahkan di waktu saya masih kecil dahulu sering mendengar puji- di masjid tentang hal itu. Dalam puji-pujian tersebut disebutkan "obat ati ono limo perkorone, sing sepisan moco Qur'an sak maknane......." (obat hati ada lima perkara, yang pertama baca Al Qur'an beserta maknanya......). Dari lagu puji-pujian tersebut diketahui bahwa para leluhur kita sudah mengetahui bahwa Al Qur'an itu sebagai obat penyakit hati.

Al Qur'an Sebagai Obat Penyakit Hati

Al Qur'an Sebagai Obat Penyakit Hati
Bagaimana manusia bisa tahu kalau Al Qur'an itu bisa menjadi obat penyakit hati? Sebenarnya manusia itu tidak mengetahui apa-apa kalau tidak diberitahu oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :

Dan Dia Ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia Perlihatkan kepada para malaikat, seraya Berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!" [ : 31]

Mereka menjawab, "Maha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau Ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." [Al Baqarah : 32]

Dia (Allah) Berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia Berfirman, "Bukankah telah Aku Katakan kepadamu, bahwa Aku Mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku Mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?" [Al Baqarah : 33]

Dari ayat-ayat di atas jelaslah sudah bahwa manusia hanya mengetahui apa-apa yang sudah dijelaskan oleh Allah SWT, termasuk dalam hal Al Qur'an sebagai obat penyakit hati ini, yakni dijelaskan dalam Al Qur'an Surat Yunus ayat 57 sebagai berikut :

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari -mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman". [QS. Yunus : 57]

Tafsir ayat tersebut berdasarkan tafsir , sebagai berikut :
Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian nasihat dari Rabb kalian dan penyembuh untuk apa yang ada di dalam dada serta petunjuk dan rahmat bagi kaum Mukminin.

- Ya ayyuhan nasu (wahai manusia), yakni wahai penduduk Mekah.
- Qad ja-atkum mau'izhatun (sungguh telah datang kepada kalian nasihat), yakni larangan.
- Mir rabbikum (dari Rabb kalian) berkenaan dengan kondisi kalian.
- Wa syifa-un (dan penyembuh), yakni penjelasan.
- Li ma fish shuduri (bagi apa yang ada di dalam dada) dari kebutaan (mata hati).
- Wa hudan (serta petunjuk) dari kesesatan.
- Wa rahmatun (dan rahmat) dari azab.
- Lil mu’minin (bagi kaum Mukminin).

Berdasarkan keterangan ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Al Qur'an itu sebagai obat penyakit hati. Penyakit hati di sini maksudnya bukan penyakit hati dalam bentuk fisik (penyakit hati/liver), akan tetapi penyakit hati yang dimaksud adalah penyakit hati yang ada dalam dada. Penyakit hati (penyakit yang ada dalam dada) yakni penyakit batin, seperti kekafiran, kemunafikan, keragu-raguan, kegundahan, putus asa, dan sebagainya. Orang-, orang-orang munafik, para koruptor, para penjahat, para pezina, mereka ini dalam hatinya ada penyakit, dan penyakit mereka itu hanya bisa diobati dengan Al Qur'an.

Cara Mengobati Penyakit Hati Dengan Al Qur'an
Karena penyakit hati ini bukan penyakit fisik, maka cara mengobatinya pun berbeda dengan fisik pada umumnya. Kalau penyakit fisik cara mengobatinya dengan cara diminum atau diolesi obatnya, tapi kalau penyakit hati yang dimaksud di sini cara mengobatinya dengan cara mempelajari isi/kandungan dalam Al Qur'an, seperti yang sudah ditulis di atas dalam lagu puji-pujian "obat ati ono limo perkorone, sing sepisan moco Qur'an sak maknane......." (obat hati ada lima perkara, yang pertama baca Al Qur'an beserta maknanya......).

Al Qur'an sebagai obat penyakit hati ini tidak bisa berfungsi pada diri manusia kalau manusia tersebut tidak mau mempelajari apa yang terkandung dalam Al Qur'an tersebut. Sebagai contoh nyata (tidak perlu disebutkan person-nya), orang yang sudah berkali-kali khatam Al Qur'an akan tetapi masih suka berjudi, , dan mabuk-mabukan, padahal dalam Al Qur'an sudah dijelaskan bahwa perbuatannya tersebut adalah perbuatan syaitan. Hal tersebut karena yang dibaca hanya ayat-ayatnya saja, sedangkan bahasa Al Qur'an itu bukan bahasa yang dimengertinya, maka bacaan Al Qur'an tersebut hanya sampai pada kerongkongannya, tidak bisa menyentuh hatinya sehingga fungsi Al Qur'an sebagai obat penyakit hati tidak berfungsi pada dirinya.

Demikianlah tulisan saya tentang Al Qur'an sebagai obat penyakit hati ini saya tulis dengan keterbatasan pemahaman saya, apabila ada salah dalam penulisan maupun salah dalam pemahaman saya mohon diluruskan. Dengan tulisan ini juga saya mengajak saudara/saudari pembaca semua untuk membiasakan diri membaca Al Qur'an beserta terjemahan dan tafsirnya agar kita tahu apa yang terkandung dalam Al Qur'an tersebut sehingga Al Qur'an sebagai obat penyakit hati ini bisa kita rasakan, kalau ada yang belum dimengerti dalam mempelajari Al Qur'an tersebut bisa ditanyakan pada ustadz-ustadz atau kyai-kyai atau ulama-ulama setempat.

al-quran-sebagai-obat-penyakit-hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *